Honest Government Ad | Visit West Papua! [Blocked in Indonesia]


Visit West Papua! Indonesia’s favourite copper mine I mean colony… I mean, territory Home to idyllic islands virgin rainforests Indigenous folks the mighty Fak-Fak But most importantly, the biggest copper and
gold mine in the world Which is why here at the Australien Government,
we’ve done everything we can to help our mates beat the living Fak-Fak out
of those Indigenous folks so that our other mates can come in and start
makin’ the ching ching Coz if anyone knows how to colonise an island,
mine the shit out of it and leave the natives with breadcrumbs, it’s us! West Papua. A Dutch colony until 1961 when
Papuans raised the Morning Star Flag Only to be colonised the following year by Indonesia The world was outraged Nah just kidding! Zero fucks were given and the UN rubbertsamped the Act of Free Choice: a sham election in which a bunch of handpicked
Papuans with guns pointed at their heads “voted” to become part of Indonesia Australia was there to help, too Remember when two Papuans tried to flee to the UN to expose this bullshit? We prevented them from ever getting there, by detaining them on Manus Island Manus Island, where we still betray refugees
to this day Today, Australia is proud to continue its
fine tradition of complicity in West Papua Here we are are chilling with the guy who said the hitmen who assassinated the Papuans’ leader, are “heroes” Although we helped train and arm those heroes
so we deserve some credit too Meanwhile, Papuans are enjoying the benefits
of Indonesian colonisation Like being the poorest people in the country despite living on one of the most resource-rich lands on earth Not to mention decades of murder, rape, disappearances, torture, torched villages Which thankfully you never hear about, since reporters and human-rights groups are banned from West Papua Where nothing says “Unity in Diversity”
like throwing Papuans in jail for raising their own flag Or like pushing them off their lands to make room for plantations annihilating their rainforests, and contaminating
their lands with this giant tumour Which is serviced by massive shipments from Cairns Cairns! The Aussie town supplying West Papua’s
Death Star with all its operational needs It’s all part of our STFU Policy.
We ask all Aussies to embrace STFU Coz even though Indonesia is our largest recipient
of foreign aid; and even though we spend millions of your tax-dollars training their soldiers
and dining their war-criminals… at the end of the day, we’re Indonesia’s bitch Which is why we have to apologise to them
every time someone here mentions “West Papua” Visit West Papua! The country you never even
knew we were helping to Fak-Fak Authorised by the Department for Never Mentioning shhhhh…….




Comments
  1. As a Papua New Guinean this video is not funny at all, its reality. Rightfully the whole Island should be Papua New Guinea if only we were colonize by the same country. To all this people who are laughing Is not your Native Land!!!.Land grabbing looser, RACIST! RACIST! RACIST!. Evil people, you won't take anything with you to the grave Racist! Hell is waiting for you.

    The Natives are fighting because they only ask for freedom to be Independent but why is Indonesia so scared to give them freedom. Oh, I know they are so scared to loose the Resources that the West Papuans have on their Island.

  2. Jgn mau ditipu australia. Lihatlah saudara kita dulu timor2.. Sekarang gmn kabarnya? Justru Australia yg memonopoli mereka

  3. There's a riot today gosh i wish papua would just have its own independence, i can't believe some stupid indonesian shouting and chanting “‘Out! Out! Papua out!’, ‘massacre Papua! massacre Papua’. The crowd sang Indonesian anthem until past midnight.”

  4. “Visit the west papua the country you never ever know we were helping to fak2” this one makes me ngukukkukk tp ada benernya

  5. Memang gimana orang autralia pendatang menindas suku asli Australia (aborogin) coba liat sejarah yang benar dulu deh dari pada menyesal

  6. This video full of sarcasm and critisize both Indonesian and Australian government. And it's true both Australian and Indonesian elites since 1969 did not care about Papuan people, they only care about natural resources

  7. Did everybody know? Netherland was collonizing papua, and who is Netherland? They are allied with America, england and actually Australian. And so, where australian when west papua oppressed by netherland. Shut up Lier, Papua is Indonesian 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

  8. I hope you guys can create same video as what happened to our island Sabah part of Philippines before it became part of Malaysia.

  9. Congratulation, guys! Your video is now BANNED in INDONESIA. Long live our honorable smiling dictator Joko Widodo, the new Orang Baik (OrBa — it is a pun. in Indonesia, Orba also stand for 'Orde Baru'/New Order refer to dictator Soeharo era).

  10. I'm from Indonesia and still can watch this. You don't need VPN to watch this, just change your country location in Youtube and you can watch it 😂😂.

  11. Papua cantik bgt!! Rakyat Indonesia bangga sama Papua dan org Papua. Indonesia Bersatu, Indonesia Raya! Majulah Indonesia, tanah air kami 🇮🇩

    Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia tanah airku 🎶

  12. Could you make another video when British sent to colonize and slaughter aborigin when taking over the continent ????

  13. SOEKARNO BIANG MASALAH
    ————————————–
    Soekarnolah biang pembawah Masalah untuk papua juga untuk Indonesia.
    Pada awalnya Papua tidak pernah ikut dalam arus nasionalisme Indonesia. Ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Papua tidak ada disana. Ketika para elit Indonesia, dengan arahan dan bimbingan dari Jepang, mempersiapkan kemerdekaannya pun Papua tidak ada disana.
    Risalah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) memang membahas batas-batas wilayah calon negara Indonesia. Dimanakah wilayah negara yang nantinya disebut Indonesia itu?
    Dalam episode sejarah yang tidak pernah diajarkan kepada generasi tua dan muda Indonesia ini berlangsung perdebatan hangat antara Muhamad Yamin, Sukarno, dan Muhammad Hatta.
    Sukarno mengatakan bawah Indonesia adalah semua wilayah kepulauan antara dua benua dan dua samudra. Tentu maksudnya wilayah kepulauan yang terletak antara Asia dan Australia; dan Samudra Hindia dan Pasifik.
    Yamin adalah yang paling ambisius. Dia mengatakan bahwa wilayah Indonesia adalah wilayah kekuasaan Majapahit — dari semenanjung Malaya hingga ke Papua. Papua harus masuk ke wilayah Indonesia untuk menghormati perjuangan para 'nasionalis' (kebanyakan yang dibuang kesana adalah kaum Komunis yang memberontak pada tahun 1926) yang dibuang ke Boven Digul, dekat Merauke, di Papua. Yamin mengusulkan wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Utara, Semenanjung Malaya, Timor Portugis dan Papua.
    Sementara Hatta, satu-satunya diantara ketiganya yang pernah sebentar dibuang ke Digul, lebih berhati-hati. Hatta tidak setuju dengan Yamin. Untuk Hatta, Papua adalah sebuah bangsa tersendiri (Bangsa Melanesia).
    Hatta mengakui bahwa Papua adalah bangsa Melanesia. Oleh karena itu, dia mempertanyakan, jika orang Melanesia dimasukkan ke dalam Indonesia, bagaimana dengan orang Melanesia lainnya? Akankah wilayah Indonesia sampa ke Kepulauan Salomon? Apakah kita mampu mengelola wialyah yang sedemikian luas? Apakah kita tidak akan menjadi negara yang imperialistik?
    Hatta melanjutkan, "Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak usah khawatir akan Papua, kita serahkan kepada orang Papua saja. Saya mengakui bahwa orang Papua juga punya hak untuk menjadi orang merdeka, tapi orang Indonesia untuk beberapa waktu, untuk beberapa dekade ke depan, tidak punya kemampuan dan kekayaan untuk mengajari orang-orang Papua sehingga mereka menjadi manusia merdeka." (Sumber : Naskah risalah sidang BPUPKI)
    (Fakta kedua Dalam video 10 FAKTA PAPUA YANG DISEMBUNYIKAN
    https://youtu.be/1wKXmKYLAGw)
    ——————————-
    Ambisi Soekarno berlanjut hingga melancarkan konfrontasi militer ke Papua Melalui operasi Trikora yang tidak disitujui oleh Hatta, Hatta lebih memilih untuk Fokus Membangun Indonesia yang saat itu baru saja merdeka ketimbang urus perang (konfrontasi militer ke Papua).
    Dalam video ini

    ( https://youtu.be/uI5KWAXzs2E ) mengatakan bahwa ini lah 6 NEGARA YANG PERNAH DISERANG MILITER INDONESIA, dua negara di antaranya Timor Leste dan Papua (Timor Leste Kini telah bebas) .
    Itulah sebabnya muncul Gerakan OPM dan OPM masi Tetap eksis sampai sekarang untuk menentang penyerangan militer Indonesia terhadap papua ..
    ————————–
    Dalam video ini
    ( https://youtu.be/Nv6c_7kSSiY ) adalah tanggapan orang Papua atas Trikora yang Menurut orang indonesia umumnya membesakan irian Barat..
    Note : Ambisi Soekarno turun pada Anaknya Ketua partai seumur hidup… Anak Hatta??? 🤔🤔🤔
    —————————–
    kata sejarawan dari UI (Universitas Indonesia) Rushdy Hoesein, "Indonesia kurang data bila hendak mempertahankan sejarahnya.
    "Indonesia memiliki data banyak yang amburadul dan banyak hoax-nya."
    Note :Jika Sejarah RI tidak amburdul dan banyak hoax mereka akan menerima Tim reset dari Belanda..
    ———————-
    sumber :
    https://m.detik.com/news/berita/d-3647175/khawatir-sejarah-ri-berubah-sejarawan-ui-ini-tolak-riset-belanda?utm_source=facebook&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=news&fbclid=IwAR3zaGFOp7l4ezGeHYy_3PuaDfN4xi0nxCHjariLPl2tcLvTLve1ftFqbfQ
    ———————–
    …………………..

    Letjen Purn. J. Suryo Prabowo yang merupakan keluarga militer dan ayahnya pernah terlibat dalam PEPERA(Penentuan Pendapat Rakyat, atau Proses Penggabungan Papua ke dlm indonesia) dan kemudian beliau sendiri pernah Tugas di Papua dan Kini Anaknya sedang tugas di Papua sebagai militer mengatakan bahwa "
    Kita (pemerintah indonesia / Kebayankan orang indonesia) Selalu melihat Dan berasumsi bahwa Masalah papua ini adalah Masalah keamanan. Padahal tidak, Masalahnya sangat kompleks. Masalahnya adalah Bagaimana Proses intergrasi Papua kedalam indonesia. (PEPERA /Penentuan Pendapat Rakyat Papua Pada Tanggal 1Mei 1963), Jangan Berpikir ada org dibunuh (OPM Nembak buruh jalan trans Papua di Nduga Papua) kita hajar pembunuhnya, Kamu bunuh semua yang bersenjata di Papua, Tetap aja akan rame trus (Tuntunan Papua Merdeka). "
    ———————
    Sumber :
    Dialog: Sulitnya Basmi Separatisme di Papua (Letjen Purn. J. Suryo Prabowo)

    https://youtu.be/izXBmjdVDLY
    ——————
    Tak Ada satupun Resolusi PBB yang dengan Tegas mengatakan bahwa papua merupakan wilayah Indonesia.
    ——————————-
    Berikut ini adalah isi Resolusi PBB No.2504 (XXIV) tahun 1969 yang oleh Pemerintah Indonesia Resolusi ini mengatakan bahwa papua merupakan wilayah Indonesia sementara Resolusi PBB nomor 2504 itu memuat dua butir yaitu:
    1. Mencatat laporan dari Sekretaris Jenderal dan memahami dengan penghargaan pelaksanaan tugas oleh Sekretaris Jenderal dan wakilnya dipercayakan kepada mereka sebagaimana tercantum di dalam persetujuan tahun 1962 antara Indonesia dan Belanda.
    2. Menghargai setiap bantuan yang diberikan melalui Bank Pembangunan Asia, melalui lembaga-lembaga PBB atau melalui cara-cara lain kepada pemerintah Indonesia di dalam usaha-usahanya untuk memajukan perkembangan ekonomi dan sosial di Irian Barat.
    Dilihat pada dua isi rumusan resolusi ini: (a). Perserikatan Bangsa Bangsa tidak secara tegas mengakui dan mengesahkan hasil Pepera; (b). Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak menyatakan bahwa Papua Barat telah menjadi bagian integrasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia; (c). Dalam resolusi ini hanya mencatat dan menghagai tugas Sekjen PBB dan wakilnya dalam pelaksanaan misinya; (d). Resolusi memuat penghargaan terhadap pemberian bantuan internasional kepada pemerintah Indonesia untuk pembangunan di Irian Barat. (e), Resolusi tidak ditanda tangani oleh delegasi negara-negara anggota PBB; (f). UN tidak disahkan resolusi itu dan hanya dicatat dalam buku agenda dengan nomor 2504 (XXIV) itu.
    ——————
    Sumber :Surat terbuka Ibrahim Peyon
    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=714878582231321&id=100011275577119
    ………………..
    Lampiran Resolusi PBB No.2504 (XXIV) tahun 1969

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=711341232560080&id=587004908327047&
    ———————————-
    NKRI belum final di Papua.
    ————————-

    Pepera 1969 tidak bisa melegitimasi kedaulatan hukum Indonesia atas Papua, karena dilakukan di bawah tekanan dan ancaman, tidak demokratis, bukan pemilu langsung dan bebas, hanya musyarawah dengan alasan “orang Papua belum siap berpemilu”. PBB hanya mencatat hasilnya tidak membuat resolusi apapun terkait integrasi ‘Irian’ ke Indonesia.

    Hal itu diungkap oleh studi hukum internasional atas status hukum West Papua oleh Melinda Janki Pakar Hukum international dan Pemgacara Hukum international. Menurut dia, wilayah West Papua masih masuk dalam kategori teritori tak berpemerintahan sendiri dan masih tetap berhak atas penentuan nasib sendiri di bawah hukum internasional. 1 Mei 1963 secara hukum bukan penyerahan kedaulatan, tetapi penyerahan administrasi kolonial.

    Klaim kedaulatan Indonesia atas West Papua mulai dari Negarakertagrama sampai debat-debat di BPUPKI itu semuanya klaim politik, bukan hukum. Trikora 1961 pun klaim politik, bukan hukum. Hingga 1969, Indonesia masih mengakui bahwa Papua berhak atas penentuan nasib sendiri, karena itulah hukum.

    Mekanisme serta hasil Pepera itu yang sedang digugat karena melanggar hukum internasional. Atas landasan itu pula gerakan seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Aliansi Mahasiswa Papua
    (AMP), Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI untuk West Papua) dan Gerakan Gerakan Pro Demokrasi lainya mengampanyekan referendum Papua sebagai solusi Demokrasi (Mengakomodir Suara Orang Asli Papua Cinta NKRI/Pro NKRI dan Orang Asli Papua Pro Papua Merdeka) sesuai hukum internasional.

    Klaim politik sah-sah saja karena konfirmasinya ada di masyarakat koloni (de facto, seperti proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945). Tetapi ia dibatasi hukum (de jure, karena itu Indonesia merdeka diakui oleh hukum internasional baru tahun 1949). Klaim politik Indonesia atas Papua pun sah-sah saja, sepanjang tidak ada yang gugat. Faktanya, klaim politik itu sejak awal perebutan ‘Irian Barat’ hingga detik ini terus digugat dan dilawan masyarakat koloni. Hasilnya, siapa yang yakin dan berani bilang rakyat Papua de facto cinta mati NKRI?
    ———————————
    sumber:
    Papua Bukan Provinsi Otonomi, Tetapi Wilayah Koloni
    14 November 2016
    Zely Ariane

    Harian IndoPROGRESS
    https://indoprogress.com/2016/11/papua-bukan-provinsi-otonomi-tetapi-wilayah-koloni/
    ——————————-
    Melinda Jankie
    (Pakar Hukum international /International lawyer)
    https://youtu.be/tRazgXRR4Fs
    ———————-

  14. My friend recommended this video to me so 'm using Poland region on VPN, and this sh*t made me fuc*** laugh so hard wkwkwkwk

  15. Buat yang barusan nonton video ini. Saya mau nanya, sebenernya kalian (teman2 papua) merasa dijajah indonesia dan pengen merdeka gak sih? Kalo iya, kalian udah siap mempersiapkan diri biar ga di jadikan boneka negara lain?

    Saya disini netral. Cuma saya sudah risih sama masalah ini, saya pengennya konflik papua-indo segera berakhir.

  16. "THEY" don't want us to know. Fak-fak Indonesia Government. They made wrong move one after another when dealing with Papua that made them looks more like a China government. Sadly Papua right now became HK 2.0.

  17. I’m from East-Timor 🇹🇱

    Hello Australia 🇦🇺 our army please coming to help west papua going to United nation

  18. Ironic really, Australia itself is full of resources & self efficiency,,but the Politicians seem to be doing more damage than terrorists!

  19. “To be GOVERNED is to be watched, inspected, spied upon, directed, law-driven, numbered, regulated, enrolled, indoctrinated, preached at, controlled, checked, estimated, valued, censured, commanded, by creatures who have neither the right nor the wisdom nor the virtue to do so. To be GOVERNED is to be at every operation, at every transaction noted, registered, counted, taxed, stamped, measured, numbered, assessed, licensed, authorized, admonished, prevented, forbidden, reformed, corrected, punished. It is, under pretext of public utility, and in the name of the general interest, to be place under contribution, drilled, fleeced, exploited, monopolized, extorted from, squeezed, hoaxed, robbed; then, at the slightest resistance, the first word of complaint, to be repressed, fined, vilified, harassed, hunted down, abused, clubbed, disarmed, bound, choked, imprisoned, judged, condemned, shot, deported, sacrificed, sold, betrayed; and to crown all, mocked, ridiculed, derided, outraged, dishonored. That is government; that is its justice; that is its morality."
    ― Pierre-Joseph Proudhon

  20. Indonesia is a racist nation. I hope I never meet a native Indonesian in my life I'd be sick to the stomach if I did knowing how that nation supports this atrocious and discusting take over of West Papua.

  21. Omg the whole video is perfect. The cheerful tone, sarcasm, actress, animations etc.

    Zoe is my favourite actress on this channel. The way she acts is amazing. My favourite part is 0:48 when she air-quotes "voted"

  22. Don't worry Papuans, like the Aussie lady says, Australian mining is fuk fuk to its own environment and people too, thats equality for you.

  23. Hahaha, this is sure to piss off the censors in Australia and Indonesia, which is sure to draw more attention to the video.

    If it wasn't true, you would present evidence and not get so defensive right, Australia and Indonesia?

    Right?

    RIGHT?!

  24. At 1:09, We, Malaysia, Singapore and Brunei are not a part of Indonesia.. In 60s, their president want to "colonised" us together with Singapore and Brunei, but we don't want… And then the bullshit confrontation happened… Luckily it didn't happened that long…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *